berita selengkapnya
Judul : Wapres Beri Nama Anak Harimau
Sumber : www.gatra.com. Jumat, 22 Januari 2010 13:44G
Tanggal Publish : 2010-01-25
 
JAKARTA - Wapres Boediono menamai seekor anak harimau sumatera, Wira, sekaligus menandai pencanangan Hari Konservasi Alam Nasional (HAKN).

"Pencanangan Hari Konservasi ini penting untuk mengingatkan kita semua agar selalu peduli terhadap masalah konservasi," kata Wapres Boediono, saat pencanangan HAKN, di Istana Wapres Jakarta, Jumat (22/1).

Hadir dalam acara itu Menhut Zulkifli Hasan, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menbudpat Jero Wacik, Menkominfo Tifatul Sembiring, serta Mendagri Gamawan Fauzi.

Boediono tampak berpikir sejenak, ketika diminta Menhut menamai anak harimau yang bakal dilepas ke habitatnya di Pulau Sumatera.

Wapres mengingatkan, manusia saat ini sudah cenderung melupakan mengenai pentingnya konservasi alam, karena kesibukan sehari-hari.

"Manusia sebenarnya spesies yang ganas karena dengan kemampuan otaknya bisa mengalahkan segala-galanya, termasuk dalam merusak konservasi alam hewani maupun nabati," kata Wapres, di hadapan hadirin pada acara itu.

Untuk itu, Wapres mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama perduli dan memperhatikan konservasi alam sehingga alam bisa tetap terjaga secara alami.

Indonesia selama ini memiliki kekayaan konservasi hewani dan nabati yang banyak, namun banyak yang sudah rusak.

"Mari kita bersama-sama menjaga keberadaan konservasi alam nasional dan ini tentunya tidak saja bisa dilakukan bangsa Indonesia saja tapi juga negara lain," kata Boediono.

Sementara itu, Menhut Zulkifli, mengatakan, Indonesia selama ini memang dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan konservasi alam yang melimpah, yang terdiri atas ratusan jenis hewan dan nabati.

Menurut Menhut, beberapa jenis kekayaan hewani asli Indonesia sudah cukup banyak yang hilang dan berkurang di berbagai hutan.

"Harimau jawa dan harimau bali saat ini sudah tidak ada lagi atau punah, sementara badak jawa jumlahnya tidak sampai 60 ekor, dan gajah sumatera tidak sampai 2.800 ekor," kata Zulkifli.

Kembali